Biaya Ekstra yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah

-

Perlu diketahui, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli rumah pertama. Selain masalah lokasi, spesifikasi, fasilitas, dan juga harga, ada hal lain yang juga harus dipertimbangkan, yaitu adalah biaya tambahan.

Ya, biaya tambahan bisa muncul ketika Anda membeli rumah. biaya ini berbeda dari harga jual rumah yang disepakati. Biasanya, para penjual atau pengembang hanya akan memberikan informasi mengenai total harga jual atau DP yang harus dibayarkan.

Namun biaya tersebut tidak termasuk biaya administrasi dan juga biaya ekstra lainnya. Ada biaya lain yang harus dibayarkan terutama untuk mengurus surat-surat atau dokumen mengenai kepemilikan properti.

Tanyakan pada pengembang biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus seluruh biaya tersebut. Namun agar tidak dikelabui, cobalah tengok 3 biaya tambahan yang muncul saat membeli rumah berikut:

  • Biaya Bank

Ketika membeli rumah melalui pengembang dengan metode KPR, biasanya sudah ada bank yang bekerja sama dengan pengembang. Bank akan membutuhkan biaya pengecekan administrasi kelengkapan berkas.

Selain itu, bank juga biasanya akan membebankan biaya appraisal ketika pihak bank perlu untuk melakukan pengecekan sertifikat juga legalitas tanah. Biaya yang dibebankan biasanya sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu.

Ada juga biaya administrasi bank yang harus dibayar sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Harga tersebut tergantung dari persentase total pinjaman yang diberikan kepada nasabah/pembeli.

Bank juga akan mengharuskan pembeli membayar biaya provisi sebesar 0,5 hingga 1 persen dari total jumlah pinjaman.

  • Biaya Notaris

Untuk mengurus sertifikat dan dokumen lainnya, pembeli harus berhubungan dengan notaris. Biaya notaris sendiri biasanya ditanggung oleh pembeli dan besarannya berbeda-beda tergantung dengan lokasi rumah.

Jasa notaris diperlukan untuk memeriksa sertifikat, perjanjian kredit, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT), hingga Akta Jual Beli (AJB).

  • Biaya Pajak

Orang bijak taat bayar pajak, maka dari itu, ada juga biaya pajak yang akan dibebankan kepada pembeli. Biaya BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan misalnya harus dibayarkan sebesar 5 persen dikalikan besaran NJOPTKP atau Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Besar NJOPTKP sendiri berbeda-beda di setiap daerah, tergantung dari lokasi dari rumah berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *